TEKNOLOGI PEND. KEBIDANAN

MEDIA PEMBELAJARAN

SEBAGAI SUMBER BELAJAR

A.   SUMBER BELAJAR

  1. Defenisi Belajar

“ Learning is a persistent change in capability as a result of learner’s experiences and interaction with the world” ( Discroll)

  • Belajar terjadi karena adanya proses mengalami (melihat, mendengar, merasakan, melakukan , mengulang, mencoba, merenungkan dan lain-lain) sebagai hasil interaksi dengan dunia (sumber belajar).

Defenisi Sumber Belajar

  • Edgar Dale (1969) seorang ahli pendidikan mengemukakan sumber belajar adalah segala sesuatu yang dapat dimanfaatkan untuk memfasilitasi belajar seseorang.
  • Association Educational Comunication and Tehnology / AECT (1977) yaitu  berbagai atau semua sumber baik berupa data, orang dan wujud tertentu yang ada di lingkungan kegiatan belajar yang dapat digunakan siswa dalam belajar, baik secara terpisah maupun terkombinasi sehingga mempermudah siswa dalam mencapai tujuan belajar.

Jenis Sumber Belajar

  • Sumber belajar yang dirancang  (learning resources by design) yaitu sumber belajar  yang  secara khusus dirancang dan dikembangkan  sebagai komponen sistem intruksional  untuk memberikan fasilitas belajar yang bersifat terarah.

Contoh : Buku pelajaran, Modul, Program Audio, dll

  • Sumber belajar yang dimanfaatkan (learning resources by utilization) yaitu sumber belajar yang tidak didesain khusus untuk keperluan pembelajaran dan keberadaannya dapat ditemukan, diterapkan dan dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran.

Contoh : Pejabat pemerintah, tenaga ahli, surat kabar, siaran televisi, perpustakaan, museum, lingkungan, dll

Komponen sumber belajar

  1. Pesan , merupakan informasi yang diteruskan oleh komponen lain dalam bentuk ide, fakta, arti, data, dll Contoh : bahan ajar, cerita, berita, dl
  2. Orang, merupakan manusia sebagai penyimpan , pengolah dan penyaji data/informasi Contoh : guru, instruktur, siswa, ahli, nara sumber, tokoh, dll
  3. Bahan, merupakan sesuatu yang mengandung pesan untuk disajikan melalui penggunaan alat ataupun oleh dirinya sendiri Contoh : buku pelajaran, transparansi, film, gambar, slides, grafik yang dirancang, relief, komik, dll
  4. Alat/perlengkapan, merupakan sesuatu yang digunakan untuk menyampaikan pesan yang tersimpan di dalam bahan Contoh : perangkat keras komputer, radio, televisi, VCD/DVD, kamera, papan tulis, mesin, alat listrik, dll
  5. Teknik/metode, merupakan prosedur rutin/acuan, yang telah disiapkan untuk menggunakan bahan, peralatan, orang, dan lingkungan untuk menyampaikan pesan. Contoh : diskusi, seminar, pemecahan masalah, simulasi, permainan, debat, talkshow, dll
  6. Lingkungan, merupakan situasi sekitar atau tempat, dimana pesan diterima Contoh : ruang kelas, studio, perpustakaan, aula, museum, lapangan, kantor, rumah sakit, pasar, kebun, dll

B.   MEDIA PEMBELAJARAN

Defenisi Media

  • Media berasal dari kata “medium” yang artinya perantara/pengantar
  • Media merupakan segala bentuk dan saluran untuk proses transmisi informasi (AECT,1979)
  • Media adalah teknologi  untuk menyajikan , merekam, membagi, dan mendistribusikan, simbol dan pesan dengan melalui ransangan indra tertentu disertai penstrukturan informasi (Olson, 1974)

Defenisi Pembelajaran

  • Istilah pembelajaran digunakan untuk menunjukkan usaha pendidikan yang dilaksanakan secara sengaja, dengan tujuan  yang telah ditetapkan terlebih dahulu sebelum proses dilaksanakan serta pelaksanaannya terkendali. (Prof.Dr.Yusufhadi Miarso, MSc, 2004)
  • Pembelajaran adalah upaya untuk memfasilitasi terjadinya belajar, atau upaya untuk memfasilitasi terjadinya pengalaman belajar yaitu  interaksi dengan sumber belajar secara optimal, efektif dan efisien ( Uwes Chaeruman, http://fakultasluarkampus.net/2010/02)

Defenisi Media Pembelajaran

  • Sarana untuk memberikan perangsang bagi peserta didik supaya proses belajar terjadi (Briggs, 1970)
  • Segala sesuatu yang digunakan untuk menyalurkan pesan serta dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan peserta didik sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar yang disengaja, bertujuan, dan terkendali.( Prof.Dr.Yusufhadi Miarso, MSc, 2004)

C.   MEDIA PEMBELAJARAN SEBAGAI SUMBER BELAJAR

Karena dalam proses pembelajaran terjadinya proses komunikasi atau interaksi antara orang yang belajar dengan aneka sumber belajar, maka agar komunikasi  atau interaksi tersebut terjadi secara optimal, dibutuhkan media pembelajaran.

Pada hakekatnya sumber belajar itu sangat luas dan kompleks, lebih dari sekedar media pembelajaran.

Segala hal yang sekiranya dapat diprediksikan akan mendukung dan dimanfaatkan untuk keberhasilan pembelajaran dapat dipertimbangkan sebagai sumber belajar, termasuk media pembelajaran.

Media dapat dikatakan sebagai sumber belajar apabila penggunaan media tersebut ada tujuan yang jelas dalam kaitannya dengan pembelajaran. Misalnya televisi, masyarakat luas lebih memandang televisi sebagai media hiburan, tetapi jika dirancang dengan tujuan  pembelajaran, maka televisi dapat digunakan sebagai media pembelajaran, bukan hanya media hiburan.

KAPAN PEMANFAATAN MEDIA DIJADIKAN SEBAGAI SUMBER BELAJAR?

  • Media dapat melampaui batas ruang kelas.

Banyak hal yang tidak mungkin untuk dialami secara langsung oleh mahasiswa  di dalam kelas karena sebab :

  1. Ketika objek terlalu besar, misal museum, candi, gedung, rumah sakit dll. Dengan membuat media, maka seorang dosen bisa menampilkan bentuk miniaturnya kepada mahasiswa, misal melalui gambar/foto sebagai pengganti bentuk sesungguhnya, yang dijadikan sebagai sumber belajar.
  2. Ketika objek terlalu kecil untuk diamati dengan mata telanjang, seperti bakteri, protozoa dll,. Penggunaan media gambar dan alat pembesar sebagai sumber belajar dapat dijadikan sarana pembelajaran untuk  memperjelas dan memperbesar objek-objek tersebut.
  3. Gerakan-gerakan yang terlalu cepat untuk diamati, seperti gerakan sayap lebah, kepakan sayap burung dll dan gerakan-gerakan yang terlalu lamban untuk diamati seperti proses pemekaran bunga. Dengan media  fotografi dan film sebagai sumber belajar maka gerakan tersebut dapat amati.
  4. Bunyi-bunyi yang halus, dan tulisan yang terlalu kecil misal dosen berceramah di hadapan ratusan mahasiswa, yang tidak mungkin ditangkap jelas oleh telinga biasa suaranya. Dengan media tape recorder dan speaker maka suara tersebut dapat jelas terdengar dan penggunaan overhead projector, materi dapat terbaca dari pandangan jarak yang cukup jauh.
  5. Ketika objek yang akan dipelajari terlalu kompleks. Media dalam bentuk diagram atau model  (diorama) sebagai sumber belajar, dapat digunakan untuk menyederhanakan objek yang bersangkutan agar lebih mudah dimengerti . Contoh : diagram siklus hujan, diagram siklus menstruasi, diorama peristiwa perjuangan (detik-detik proklamasi) di museum tugu nasional.
  6. Rintangan-rintangan untuk mempelajari suatu objek, misal  gerakan janin dalam rahim, pertumbuhan janin dalam rahim, musim, iklim, geografi, kehidupan ikan dilaut, kehidupan singa di hutan. Dengan media fotografi, film/video dan media lain sebagai sumber belajar, maka  semua hal diatas dapat dihidangkan di depan kelas.
  • Media mengatasi keterbatasan pengalaman.

Pengalaman tiap mahasiswa berbeda-beda. Kehidupan keluarga, masyarakat dan lingkungan sebelumnya menentukan tingkat pengalaman dan pemahaman mahasiswa terhadap suatu objek.

Media dapat mengatasi perbedaan tersebut, jika mahasiswa tidak mungkin dibawa ke objek sumber belajar yang akan dipelajari, maka objeklah yang dibawa kehadapan mahasiswa melalui media sebagai sumber belajar.

Contoh :

Mahasiswa yang berasal dari lingkungan pegunungan sebagai sebagai tempat tinggal dan mahasiswa yang berasal dari lingkungan pantai sebagai tempat tinggal akan memiliki pengalaman dan pemahaman yang berbeda. Dengan menyajikan objek daerah pegunungan dan pantai melalui media sebagai sumber belajar, maka kedua mahasiswa tersebut akan mendapatkan pengalaman dan pemahaman tentang pegunungan dan pantai dengan persepsi yang hampir sama.

Media juga memberikan pengalaman yang menyeluruh/integral dari sesuatu yang konkret maupun abstrak. Misalnya sebuah film atau serangkaian foto tentang kegiatan di rumah sakit, dapat memberikan imajinasi yang konkret tentang wujud, ukuran, lokasi, bentuk kegiatan dan sebagainya.

  • Media menghasilkan keseragaman pengamatan dan menumbuhkan minat baru

Contoh :

Persepsi yang dimiliki mahasiswa A berbeda dengan persepsi yang dimiliki mahasiswa B, bila si A hanya pernah mendengar proses persalinan sedangkan si B pernah melihat sendiri, bahkan melakukan  dan merasakan.

Pengamatan yang dilakukan mahasiswa secara bersamaan melalui media film proses persalinan sebagai sumber belajar bisa memberikan pemahaman dan persepsi yang sama, jika pengamatan yang dilakukan diarahkan kepada hal-hal penting yang dimaksudkan oleh dosen.

Dengan menggunakan media,  pengalaman mahasiswa semakin luas, persepsi semakin tajam, konsep-konsep dengan sendirinya semakin lengkap, hal ini menyebabkan timbulnya keinginan  dan minat belajar.

Sumber :

  1. Media Pendidikan, Dr.Arief S.Sadiman,M.Sc dkk ( Pustekom dikbud & PT.Raja Grafindo 2003)
  2. Menyemai Benih Teknologi Pendidikan, Prof.Dr.Yusufhadi.M, M.Sc ( Pustekom Diknas 2004)
  3. http://fakultasluarkampus.net/wp-content/uploads/2010/02/Media-dan-Sumber-Belajar2.pdf
  4. http://uweschaeruman.wordpress.com/?s=sumber+belajar+dan+media+pembelajaran
  5. http://wawan-junaidi.blogspot.com/2009/06/belajar-sumber-belajar-dan-media.html

———————————————————————————————–

LANDASAN  FALSAFAH   DAN   TEORI   TEKNOLOGI   PENDIDIKAN

MENGAPA LANDASAN FILSAFAT TEKNOLOGI PENDIDIKAN PERLU DIPERSOALKAN ?

Setiap cabang ilmu membutuhkan dasar/patokan sebagai pembenaran. Dalam falsafah ilmu, setiap pengetahuan mempunyai 3 komponen yang merupakan tiang penyangga tubuh yang didukungnya  yaitu Ontologi (apa) yaitu rumusan gejala pengamatan pada suatu objek telaah, yang tidak digarap bidang telaah lain, Epistemiologi (bagaimana) yaitu usaha untuk memperoleh kebenaran dalam objek telaah dan Aksiologi (untuk apa) yaitu nilai-nilai yang menentukan kegunaan dari objek telaah.

Sejumlah asumsi dimunculkan sebagai dasar patokan pembenaran untuk menentukan gejala yang diamati yaitu :

  • Ilmu pengetahuan berkembang pesat, dengan implikasi bagi kebanyakan orang untuk mengikuti perkembangannya.
  • Pertambahan jumlah penduduk, implikasi semakin banyak yang membutuh pendidikan.
  • Perubahan sosial, ekonomi, politik, industri, dan budaya, implikasi re-edukasi pendidikan ( terus menerus)
  • Budaya dan penyebaran teknologi semakin luas, termasuk didalamnya bidang pendidikan.
  • Semakin terbatasnya sumber tradisional, menuntut adanya sumber baru dan pemanfaatan sumber terbatas secara lebih berdaya guna dan berhasil guna.

Dari serangkaian implikasi yang muncul dari asumsi diatas, maka diperlukan suatu telaah khusus, hal ini dijadikan telaah/penggarapan dalam teknologi pendidikan yang tidak digarap dalam bidang ilmu lain. Itulah yang menjadi alasan mengapa landasan teknologi pendidikan perlu dipersoalkan.

KEBENARAN HAKIKI FILSAFAH TEKNOLOGI PENDIDIKAN

Dalam teknologi pendidikan, kebenaran hakiki komponen filsafah pengetahuan dikaitkan dengan pertanyaan

  • apa yang menjadi objek telaah teknologi pendidikan?(wujud objek telaah)
  • Sampai dimana ruang lingkup objek telaah,?(penggarapan objek telaah)
  • Apakah masih dimungkinkan adanya telaah baru? (hasil penggarapan objek telaah)

Wujud Objek Telaah

Dalam ilustrasi revolusi pendidikan (Sir Eric Ashby, 1972), dijelaskan revolusi pendidikan dibagi 4, yaitu:

  • Revolusi ke-1, orangtua menyerahkan tanggungjawab pendidikan anak kepada orang lain yang ahli.
  • Revolusi ke-2, pembelajaran menggunakan bahasa lisan/tulisan, kegiatan pendidikan dilembagakan.
  • Revolusi ke-3, muncul media cetak, terjadi karena guru ingin mengajarkan lebih banyak siswa dan lebih cepat, sementara itu kemampuannnya makin terbatas hingga perlu menggunakan media.
  • Revolusi ke-4, muncul media elektronik. Pada saat ini, teknologi dan media dalam dunia pendidikan berkembang pesat. Pendidikan mulai difokuskan pada mengajar anak didik tentang bagaimana belajar. Ajaran selanjutanya akan diperoleh si pembelajar sepanjang usia hidupnya melalui sumber dan saluran. Hal ini memunculkan gejala-gejala baru, yaitu:
  1. Adanya berbagai macam sumber belajar termasuk orang, pesan, media, alat, metode, dan lingkungan.
  2. Perlunya sumber tersebut dkembangkan, baik secara konseptual maupun secara factual.
  3. Perlu dikelolanya kegiatan pengembangan maupun sumber-sumber belajar untuk belajar

Ketiga hal diatas merupakan ruang lingkup wujud objek penelaahan (landasan ontologi), teknologi pendidikan.

Penggarapan Objek Telaah

Teknologi pendidikan merupakan bidang garapan yang tidak dilakukan dalam disiplin ilmu lain. Pada ilmu pendidikan, ilmu komunikasi, ilmu perilaku dan ilmu lainnya, objek penggarapan telaah terpisah-pisah, sementara teknologi pendidikan memandang bahwa semua komponen teori, model, konsep, dan prinsip dari semua  ilmu digabung secara sistematik dan sistemik agar diperoleh daya guna dan hasil guna yang optimal.

Usaha yang sistematik dan sistemik diawali dengan menganalisis masalah, kemudian merancang, memproduksi, memamfaatkan, menilai, memperbaiki dan mengelola keseluruhan proses kegiatan secara terintegrasi, sehingga diperlukan pendekatan baru dengan ciri-ciri sebagai berikut:

  • Keseluruhan masalah belajar dan upaya pemecahannya dikelola secara simultan.
  • Unsur yang berkepentingan diintegrasikan dalam suatu proses kompleks secara sistemik.
  • Penggabungan proses kompleks di atas harus mengandung daya lipat.

Ketiga ciri diatas merupakan teknik intelektual yang unik dan dihimpun  menjadi penggarapan objek telaah (landasan epistimologi) teknologi pendidikan.

Hasil Penggarapan Objek Telaah

Dari dua landasan yang telah dipenuhi oleh teknologi pendidikan, dirumuskanlah kegunaan potensial teknologi pendidikan yaitu perluasan dan pemerataan kesempatan belajar, meningkatkan mutu pendidikan, penyempurnaan sistem pendidikan, peningkatan partisipasi masyarakat, dan penyempurnaan pelaksanaan interaksi antara pendidikan dan pembangunan.  Hal inilah yang merupakan hasil dari penggarapan objek telaah (landasan aksiologi) teknologi pendidikan sebagai suatu disiplin ilmu

Rumusan filsafat teknologi pendidikan

agar setiap orang memperoleh kesempatan belajar, baik sendiri maupun dalam ikatan organisasi, seoptimal mungkin melalui pendekatan yang sistematik dan sistemik atas proses, sumber dan system belajar sedemikian rupa agar tercapai efisiensi, efektivitas dan keselarasan dengan perkembangan masyarakat dan lingkungan, kearah terbentuknya masyarakat belajar

Wujud penerapan filsafat teknologi pendidikan dalam sistem pendidikan di Indonesia

Filsafat teknologi pendidikan telah terwujud dalam sistem pendidikan di Indonesia, wujudnya sebagai berikut :

  • Pada masa kemerdekaan tahun 1950, untuk mengatasi kesempatan belajar para pejuang yang terpaksa meninggalkan bangku sekolah karena tergabung dalam pasukan tentara, maka dihadirkanlah siaran radio untuk menyajikan bahan pelajaran, didirikan Balai Kursus Tertulis Pengembangan Guru, Balai Alat Peraga Pendidikan yang sekarang menjadi Pusat Pengembangan Penataran Guru Tertulis
  • Pada awal orde baru, dalam PELITA I telah dicantumkan secara eksplisit kebijakan menggunakan radio dan  televisi untuk peningkatan mutu dan pemerataan kesempatan pendidikan, sebagai contoh program pendidikan karakter melalui serial televisi ACI ( Aku Cinta Indonesia = amir, cici, ito)
  • Dalam periode pembangunan selanjutnya, berbagai bentuk penerapan teknologi pendidikan berkembang pesat. Penerapan berupa pola / sistem pendidikan yang inovatif, contohnya sebagai berikut :
  1. Sistem pendidikan terbuka / jarak jauh (SLTP Terbuka, Madrasah Tsanawiyah Terbuka, Universitas Terbuka, Program KEJAR Paket A dan B)
  2. Proyek pendidikan melalui satelit ( Rural Satellite Project) di perguruan tinggi wilayah Indonesia Timur
  3. Penggunaan siaran radio untuk penataran guru, sitem belajar mandiri untuk meningkatkan kualitas guru yang diselenggarakan oleh berbagai lembaga pendidikan dan pelatihan
  4. Sistem pelatihan jarak jauh yang pengembangannya dikoordinasikan oleh Indonesian Learning Work (IDLN) dan SEAMOLEC ( SEAMO Open Learning Center ) berkedudukan di Pustekom Diknas
  5. Teknik /strategi pembelajaran untuk belajar pemecahan masalah dan belajar aktif (problem solving and active learning strategies and techniques)

Beberapa bentuk penerapan ada yang sudah berhenti dikarenakan berbagai alasan kebijakan maupun pendanaan. Akan tetapi penerapan teknologi pendidikan yang telah berlangsung, menunjukkan perkembangan yang signifikan. Perkembangan itu masih harus ditingkatkan lagi untuk menjangkau seluruh sektor pendidikan pada semua jenis, jalur dan jenjang pendidikan termasuk pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia.

Sumber : Menyemai Benih Teknologi Pendidikan, Prof.Dr.Yusufhadi.M, M.Sc

———————————————————————————————–

“PODCASTING” *

Browsing tentang teknologi dalam pendidikan, nemu ilmu baru nie bagi saya yang belum begitu melek banget ma teknologi, ini nie

*artikel ilmiah yang ngebahas tentang  “PODCASTING” *

Teknologi podcasting sebenarnya sudah lama diperkenalkan terutama dalam hal teknologi ponsel, iPod, MP3Player, dan banyak lagi yang lain..tentunya sobat semua sudah sering mendengar atau bahkan ahli dalam hal podcast

****

Disini, bidansmart akan membahas tentang

“bagaimana penerapan teknologi podcasting   dalam dunia pendidikan kesehatan”


pembahasan ini muncul setelah baca artikel ilmiah tentang study penelitian podcasting di sebuah universitas program radiasi medis  negeri kangguru, judul aslinya

“How to Student  Use Podcasts to Suport Learning?”

sebelum melanjutkan, kita ulas dulu apa itu podcasting..?

Podcasting ialah salah satu metode untuk  mempublikasikan file-file suara di internet, dan mengijinkan user  untuk berlangganan dan memperoleh file audio terbaru secara otomatis. Podcasting jelas berbeda dibandingkan pelayanan yang serupa dikarenakan podcasting menggunaka  protokol RSS .

User berlangganan podcast menggunakan aplikasi  “podcatching” (disebut juga aplikasi “aggregator”) yang secara periodik memantau perubahan dan mengambil isi yang baru. Aplikasi tersebut dapat memadukan isi dengan yang dimiliki oleh user. Podcasting tidak memerlukan iPod, bagaimanapun juga sebuah komputer dengan perangkat lunak yang sesuai, dapat menggunakan podcast.

Sekarang Podcasting tidak hanya terbatas pada audio tetapi juga video

**********

Materi kuliah di bidang kesehatan umumnya memiliki konten besar dengan beban hafalan khususnya istilah-istilah medis dan istilah asing, Tekn0logi Podcasting merupakan pilihan paling efektif untuk mempermudah pemahaman mahasiswa

***

Penerapannya

Dosen  & staff akademik mengoptimalkan transfer informasi ilmu dengan merekam semua sesi perkuliahan. Hasil rekaman audio dan video tersebut di upload ke web universitas.

Dengan berlangganan RSS, secara otomatis pelanggan (mahasiswa sebagai user sasaran)  bisa men-download file podcast terbaru untuk diperdengarkan via speaker MP3 player

****

Keuntungan dalam dunia pembelajaran

  • Memperjelas hal-hal sulit yang belum dipahami mahasiswa karena moment perkuliahan bisa diulang melalui rekaman
  • Memudahkan pengucapan lafadz istilah asing karena suara sang dosen bisa diperdengarkan kembali
  • Sebagai sumber daya tambahan bagi mereka yang tidak bisa hadir dalam perkuliahan
  • Pada kelas dengan pengantar bahasa asing sebagai bahasa kedua dalam perkuliahan, metode podcasting adalah pilihan terbaik
  • Sebagai akomodasi berbagai strategi pembelajaran bagi mahasiswa khususnya bagi yang memiliki tipe efektif belajar melalui audio
  • Bagi beberapa mahasiswa,kuliah yang di podcast mempermudah dalam revisi sebelum ujian

*****

Podcasting merupakan teknologi yang mudah digunakan, dan murah. Mahasiswa umunya mendengarkan rekaman perkuliahan bersamaan dengan melihat presentasi power point kuliah pada komputer rumah/kampus.

mahasiswa juga tidak perlu membeli perangkat baru, cukup dengan fasilitas yang sudah ada  seperti perangkat komputer, koneksi inernet dan MP3 player, mereka sudah bisa kembali mengulang proses perkuliahan sebagai daya tambahan yang fleksibel dalam belajar

^ pertanyaan sekarang ^

BAGAIMANA TEKNOLOGI PODCASTING  DITERAPKAN DI INDONESIA?

Mengingat banyak memudahan yang diperoleh dalam strategi belajar podcast, selayaknya setiap universitas dan sekolah menerapkan metode ini, hanya saja……kembali lagi kebijakan pemimpinnya , apakah cukup anggaran untuk mewujudkannya

Sebagian share dari bidansmart

————————————————————————————————-

9 Tanggapan

  1. maaf sebelumnya saya rika mandasari ingin tnya pndaftaran dan tes akbid kpn yah?
    dan syarat” masuknya bgaimana????
    terim kasih..

    • Biasanya dibuka awala tahun ajaran baru, juni-juli atau september-oktober, tergantng peminatannya akbid mana??? syarat pada umumnya ijazah slta/sederajat, trasnskip nilai, surat izin dari ortu/wali ( format biasa sudah tersedia), pas photo, membayar uang pendaftaran, ngisi formulir pendaftaran….agar lebih jelas silahkan hubungi langsung ke no,telpon akbid peminatan…..untuk daftar alamat&no.telp akbid ada di blog ini….buka saja di halaman AKBID

  2. saya mo info u beasiswa pendidikan untuk DIV atau SI Kebidanan.trims……

    • wah…kalo yang itu ntar ya…jika ada info saya kirim via email

  3. [...] TEKNOLOGI PEND. KEBIDANAN [...]

  4. sangat menjenuhkan

    • ehm…

  5. bagaiamna cara pendaftaran? & biaya masuk & semesternya brp?

  6. bagaiamna cara pendaftaran? & biaya masuk & semesternya brp? Tolong beri tau infonya lewat sms 085710542991. Trmksh.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 35 pengikut lainnya.