Dalam tugas perkembangan seorang manusia mulai dari lahir hingga dewasa, sering muncul berbagai masalah yang menyebabkan seseorang tidak bisa melakukan tugas perkembangan sesuai dengan usianya, sehingga hal ini menyebabkan keterlambatan dan hambatan pada tugas perkembangan berikutnya.
Jika masalah dalam tugas perkembangan di usia tertentu tidak segera di atasi, maka akan berdampak negatif pada kehidupan seseorang.
Adapun beberapa masalah yang sering dalam perkembangan anak di berbagai jenjang pendidikanserta solusi mengatasinya adalah sebagai berikut
1. Masalah perkembangan pada usia kanak – kanak ( TK & SD)
- Disleksia
- Hiperaktivitas
- Phobia Sosial
Read More..,,klik disini MASALAH PERKEMBANGAN PADA MASA KANAK-KANAK
2. Masalah perkembangan pada usia Remaja ( SLTP & SLTA )
- Perkembangan ciri sekunder yang tertunda atau terhambat
- Keterlambatan mencapai tahap perkembangan berpikir kognitif operasional formal
Read more…..,,klik disini MASALAH PERKEMBANGAN PADA MASA REMAJA
3. Masalah perkembangan pada usia Dewasa Awal ( Perguruan Tinggi)
- Keterlambatan perkembangan pola pikir yang ditandai dengan ketidakmampuan memecahkan masalah
- Keterlambatan perkembangan kemandirian belajar
Read more….,,klik disini MASALAH PERKEMBANGAN PADA MASA DEWASA AWAL
Filed under: Masalah Perkembangan pada Anak Ditandai: | ciri sekunder, disleksia, hiperaktif, kognitif operasional kongkrit, masalah perkembangan, phobia sosial


disleksia itu bukan sejenis penyakit sukar membaca ya Bu Bidan?
yang berupa penyakit genetik ?
salam
betul bunda, disleksia itu kesulitan membaca dan menulis bagi anak, dan penyebabnya genetik…(bawaan dari lahir)
kalo Ayas mah penyakit tidak ijmal.. ayas selalu ragu-ragu n diantar banyak pilihan *bingung jelasin*
ijmal…apaan tuch?????
yang susah diterapi itu phobia sosial…
kalau hiperaktif biasanya saat dewasa dia akan menjadi kreatif
Kalo diseleksia katanya bisa diterapi dengan tidak memberi pilihan banding, misal beri 3 pilihan jangan 2 pilihan (tapi susah juga ya nyari 3 pilihan hehe).. Misal Kanan Tengah Kiri,
Ngemeng-ngemeng hebat juga postingannya…
nice..
terimakasih atas masukkannya……
Tapi ada juga lo anak disleksia yang memiliki kecerdasan di atas rata-rata..contohnya einstein….
well, memang perlu menghadapi tenaga ekstra untuk menghadapi anak hiperaktif. Tapi saya setuju dengan fansmaniac kalo hiperaktif bisa menjadi kreatif
betul…anak hiperaktif jika diarahkan bisa menjadi anak yang kreatif….
hiperaktif dengan bandel bedanya apa de’?? aq takut salah mengartikan secara dulu suka hadapi anak2 yg hewdeww…
eh mau kasih tau ini niee….
kepada para sahabat, kuberitahukan ini padamu:
http://ilikesunflower.wordpress.com/2010/03/19/sunflo-rose-nouf/
kalo mbak sunflo klik read more n ngelanjutin bacanya…insya alloh disana sudah dijelaskan secara gamblang tentang hiperaktif n bandel…..hehe lum explore ya…
halah.. kok ndadak pake download segala… tapi udah ku download kok… ntar kubaca… hehehe… td mah BW kejar setoranku… mo kasih woro2 itu postingan anyar… nyampe di blogmu kok bahasannya berat n tingkat tinggi, mana mataku udah kek serasa diganduli ma tarzan ma nyomet2nya… ngantuuukkxx…. hehehe…
hiks.. mana kudu dikonvert lagi… filenya ga kompatibel ma lepi Q… huhuhuhu…
xixixi…mbak sunflo..silahkan bobo’ dulu mbak…ntar aja bacanya—khawatir salah ngarti-in…
kalo aq di indonesia memasuki pagi…matahari dah mo nongol
kalo di saudi tengah malam ya…bobo’….
diseleksia bukan penyakit kok, cuma masalah kebiasaan aja kali ya? tapi katanya orang yang diseleksia mempunyai otak kanan yang cerdas.. yang paling susah kalo uda nyuruh belok, kita suruh kanan dia malah belok kiri :hammer:
postingan yang oke
iya….disleksia itu merupakan kelainan genetik yang dibawa sejak lahir..tapi anak disleksia banyak yang terbukti memilki kecerdasan diatas rata-rata
masalah itu memang sangat kompleks.. makannya harus segera diantisipasi agar jgn sampa terjadi.. semoga permasalahan ini tidak ada di indonesia.. klo ada semoga bisa disembuhkan dan kembali normal..
semoga….amiin
* Serba Keterlambatan membuat si anak kurang mampu bersaing, ya BuBidan? Sedangkan kedepan persaingan semakin terbuka dan ketat …
yup..
waduw bahaya tuch klo pobia sosial saya juga seperti itu tp skrg udah gag lagi heh
berkunjung dan ditunggu kunjungan baliknya
salam blogger
makasihh
siap berkunjung
hewdew… blom ada apdetan, dindaQ???
iya nih, tugas kul..se-abrek….blogqu terbengkalai..hiks..hiks
Mau tanya sedikit boleh kan Bu…?
dari uraian di atas, ada ga relevansinya dengan tindak pidana yang dilakukan oleh anak?
Maaf kalo pertanyaannya aneh, sebab saya lagi nyusun tesis tentang proses penanggulangan tindak pidana dengan tersangka anak, mungkin ini bisa jadi tambahan sebagai latarbelakang penyebab seorang anak melakukan tindak pidana, paling tidak dari segi medik dan genetikal…
Makasih lho Bu…..
wah…kang widi..pertanyaannya tingkat tinggi…..coba jawab ya…
kalo pendapat saya yang amatiran soal hukum..
Anak2 dengan kelainan genetik, jarang terlibat tindak kriminal, kalopun ada hanya sebagian kecil..justru yang sering terlibat itu adalah anak2 yang dengan gangguan pada fase perkembangan, misal gangguan perkembangan otak, cara berfikir, psikis, kemampuan memecahkan masalah dll…..penyebabnya macam2, yang paling banyak adalah karena pola asuh yang salah. Nah, anak2 seperti ini yang biasanya melakukan kegiatan menyimpang dan terlibat tindak kekerasan dan kriminal……sepertinya tidak bisa banyak membantu…semoga tesisnya segera kelar dan hasil yang memuaskan bagi penerapan hukum di indonesia ya kang widi
assalamu’alaikum… menyapa dindaQ di sini… semoga baik2 selalu…^^
wa’alaikumsalam, alhamdulillah baik, semoga demikian juga keadaannya mb q nun jauh disebrang sana…hiks..hiks..hampir tenggelam nih bloq qyu…lum sempet2 update lagi….
Nah ini dia.
Tentang psikologis.
Makasih mbak udah di share.
terimakasih kembali…senang bisa berbagi
Cintailah anak-anak dan kasih sayangi lah mereka. Bila menjanjikan sesuatu kepada mereka tepatilah. Sesungguhnya yang mereka ketahui hanya kamulah yang memberi mereka rezeki. (HR. Ath-Thahawi).
sepakat dengan hadist diatas
salam kenal bu bidan ^_^, senang sekali bisa berkunjung kesini, ijin baca2 dulu ya
silahkan uni..terimakasih atas kunjungannya
selamat siank mmpir lagi disini mencari ilmu ttg anak heheh
blogwalking
hehe..silahken membaca…
Saya punya anak baru satu, laki2 umur 3 tahun dan sangat hiveraktif, normal enggak bu? Kasihan istri, kecapean ngasuhnya. Tapi anak ini kelebihannya banyak juga.
untuk mengatakan normal atau tidak maka bandingkan dengan teman sebayanya yang normal…kemudian bedakan antara over aktif dan hiveraktif….kalo overaktif dia cenderung aktif karena kelebihan energi, ini berarti sehat dan cerdas…tetapi hiperaktif cenderung bergerak terus dan sangat aktif tapi ngawur dan maunya sendiri, ini masalah kelainan pada struktur otaknya… untuk solusi mengatasinya silahkan baca lagi di artikel saya..
Mampir untuk mereguk secuil ilmu … Dari seorang bidan pintar yang suka berbagi …. Terimakasih ya mbak sudah berbagi …. Kebetulan anakku tipe yg aktif (namanya juga laki2) tapi alhamdulillah masih bisa fokus saat belajar iqra, menulis atau mewarnai … Sehingga kita parentsnya mengambil kesimpulan our 3 years old cuma aktif aja … Gak sampe hiper aktif
Terus berbagi ya
Salam hangat
Pelangi
terimakasih atas keunjungannya…salam hangat selalu
kunjungan pertama, salam kenal
salam kenal juga
kalau kesulitan menggambar dan menyanyi namanya apa Bu Bidan?
hehe..itumah kudu latihan pak…
Salam kenal mbak bidan… tulisannya bagus.. sempetin mampir2 ke blog aku ya… Siapa tau bisa saling sharing..
salam kenal juga….saya segera BW
masalah yang terjadi pada anak remaja sekarang
sudah jauh dari pendidikan…
masih kurang paham
gx pham mksud nya